Catur Watak Utama AMS

Kukuh kana jangji - Leber wawanen - Silih wawangi - medangken kamulyaan
silih asah - silih asih - silih asuh
salat - silat - siliwangi

Jumat, 28 November 2008

Sejarah Singkat AMS


ANGKATAN MUDA SILIWANGI

Angkatan Muda Siliwangi – lebih dikenal dengan sebutan AMS adalah Organisasi Kemasyarakatan . Dengan demikian AMS adalah Organisasi yang anggota-anggotanya baik muda maupun tua yang secara sukarela bergabung dan bersedia dengan tidak terpaksa untuk mengikuti aturan-aturan yang berlaku dalam organisasi.

AMS berdiri pada tanggal, 10 November 1966 yaitu sejak penandatanganan “ Piagam AMS” . Berdirinya AMS bertepatan dengan Hari Nasional yaitu Hari Pahlawan dan sekaligus pada saat umat Islam memperingati hari “ Isra Mi’raj” jadi pada saat lahirmya AMS selain Bangsa Indonesia tengah menghayati makna kesejarahan para Pahlawan maka umat Islam diseluruh Duniapun tengah menghayati dengan khidmat , hikmah dari “ Perjalanan Agung” Rasullulah Muhammad S.A.W ketika menerima tugas dan kewajiban yang suci (Shalat) dari Allah SWT “ Sang Al Khaliq” .
Dari hal diatas maka setiap Kader AMS harus yakin bahwa kelahiran AMS mengandung nilai-nilai luhur yaitu mengemban misi melestarikan semangat serta cita-cita Pahlawan Bangsa serta tekad untuk tetap memegang Keimanan akan ajaran-ajaran Illahi demi tercapainya kebahagiaan Dunia Akhirat baik secara perseorangan maupun Bangsa secara keseluruhan..

- Motif berdirinya AMS , adanya keinginan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan terhadap ancaman dan gerakan kaum komunis yang telah menghianati bangsa Indonesia melalui Gerakan 30 September 1965 dan sekarang tentunya menggulirkan Reformasi yang bersifat menyeluruh sebagai koreksi terhadap Orde Baru. Selain itu adanya keinginan untukmenciptakan tatakrama kehidupan berbangsa dan bernegara secara Demokratis yang telah disimpangkan oleh Orde Lama pada saat itu serta keinginan untuk membentuk kepemimpinan Nasional yang jujur berilmu , cerdas berwibawa dan hormat bertanggung jawab kepada Rakyat.

- Tekad Pendirian Organisasi , adanya keinginan untuk lebih merapatkan barisan dalam rangka pengokohan “ Angkatan 66 “ sebagai Pelopor dan Komponen Vital perjuangan Orde Baru saat itu dan setelah tahun 1998 merapatkan barisan untuk Reformasi.

- Pernyataan berdirinya Organisasi, untuk melaksanakan dan mewujudkan motif serta tekad diatas maka para penandatangan Piagam AMS menyatakan “ Keberanian Moralnya” untuk membentuk suatu Organisasi yang menghimpun dan menyalurkan potensi Generasi Muda dari berbagai lapisan , dari desa hingga kota dalam suatu wadah yang disebut “ Angkatan Muda Siliwangi”

Sebagaimana yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Angkatan Muda Siliwangi, maka tujuan AMS adalah “ Mewujudkan Cita-Cita Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 “ Untuk mencapai tujuan tersebut pada Anggaran Dasar AMS tercantum Tugas pokok sebagai berikut :
a. Membangun dan mengembangkan Organisasi sebagai Organisasi Kader dalam rangka menciptakan Kader Bangsa.
b. Membina potensi dan militansi AMS untuk selanjutnya diarahkan kepada usaha-usaha menciptakan wujud hidup masyarakat yang adil, sejahtera materil dan spiritual, demokratis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
c. Menggalang solidaritas sesama kaum muda Indonesia khususnya dan memperkokoh persatuan dan kesatuan Bangsa pada umumnya.

Sebagai Organisasi kemasyarakatan, AMS memiliki 2 ( Dua ) landasan Organisasi yang terdiri dari :

1. Landasan Historis ,
Landasan Historis AMS adalah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 yang berarti dalam praktek Organisasi AMS harus menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa serta keberanian moral bangsa seperti yang telah dirintis dan dibuktikan oleh kedua peristiwa tersebut diatas.

2. Landasan Normatif ,
Rakyat Indonesia yang beraneka ragam dalam berbagai hal, baik budaya ataupun norma ternyata bila dikaji lebih jauh maka akan ditemukan unsur nilai kebersamaan dan kesamaan derajat manusia. Begitupula halnya dengan AMS yang memiliki anggota yang beragam dari mulai Pemuda Gembala hingga Sarjana maka akan ditemukan pula rasa kebersamaan dan kesamaan. Oleh karenanya AMS mengembangkan dan menjunjung tinggi nilai “ Silih Asih – Silih Asah – Silih Asuh “ yang merupakan Landasan Normatif Organisasi.


Falsafah-falsafah yang mengandung nilai-nilai luhur dan berlaku di AMS adalah :
Catur Watak Utama AMS
Silih Asah – Silih Asih – Silih Asuh
Pakusarakan
Wangsit Siliwangi
Tri-Sula AMS ( Shalat-Silat-Siliwangi )

a. Catur Watak Utama AMS
Catur Watak sebenarnya adalah karakter atau sikap kepemimpinan yang dikembangkan oleh AMS dalam membentuk kader-kader organisasi sekaligus kader bangsa dan kader masyarakat. Catur Watak Utama AMS terdiri dari :
1. Kukuh kana jangji :
Nilai yang terkandung didalamnya adalah bahwa setiap kader AMS harus memiliki sikap dan jiwa sebagai berikut :
- Beriman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan moral yang ada dalam masyarakat
- Memegang teguh Undang-Undang Dasar1945
- Memegang teguh serta melaksanakan dan mengamankan keputuan-keputusan yang telah disepakati dan diambil secara musyawarah.

2. Leber Wawanen :

Nilai yang terkandung didalamnya adalah , bahwa setiap kader AMS harus memiliki keberanian dan kepribadian . Untuk hal itu maka setiap kader AMS harus mengembangkan sikap sebagai berikut :

- Berani berprakarsa atau mencoba hal-hal baru yang positif dan bermanfaat bagi rakyat banyak.
- Berjiwa pembaharu
- Berdisiplin dan berdaya tahan tinggi
- Bekerja keras
- Berani bertanggung jawab atas semua perbuatannya.

3. Silih Wawangi :

Nilai yang terkandung didalamnya adalah , bahwa setiap kader AMS mengembangkan sifat saling menghormati diantara sesama dan diwujudkan dalam sikap sebagai berikut :

- Cinta keluarga, cinta sesama anggota, cinta bangsa dan cinta pemimpin
- Cinta budaya bangsa
- Cinta persatuan dan kesatuan

4. Medangkeun Kamulyaan :

Nilai yang terkandung didalamnya adalah , bahwa setiap kader AMS harus senantiasa menebarkan dan membangkitkan kemuliaan , kebaikan dan berbagi kebahagiaan diantara sesama serta terwujud dalam :

- Berbudi pekerti luhur, ber-perikemanusiaan dan berjiwa pengabdian, demokratis, jujur, adil dan sederhana.
- Cerdas, berilmu dan kritis

b. Silih Asih-Silih Asah-Silih Asuh

Bahwa setiap kader AMS harus mengembangkan jiwa kebersamaan dan kesamaan yang merupakan pula prinsip dasar dari Demokrasi , dengan demikian setiap kader AMS harus mewujudkan Demokrasi kedalam bentuk perbuatan dan kegiatan.


c. Pakusarakan

Kata Pakusarakan berarti Pageuhan lemah cai atau “ Pertahankan Tanah Air” kata Pakusarakan pertama kali diucapkan oleh para perintis AMS dikampung Pakusorok Kabupaten Bandung pada tanggal, 21 November 1965. Makna Pakusarakan adalah bahwa setiap kader AMS memiliki kewajiban untuk mempertahankan dan mencintai Tanah Air , Bangsa dan Rakyat Indonesia dengan segala kemampuan yang dimilikinya.

d. Wangsit Siliwangi

Wangsit Siliwangi, digubah oleh Drs. Wahyu Wibisana, sebagai hasil penafsiran beliau dari beberapa syair dan seni budaya daerah Sunda. Bagi AMS Wangsit Siliwangi sering dikumandangkan dalam pembukaan acara resmi Organisasi dengan maksud memberi semangat sekaligus mengingatkan kembali tujuan dan misi organisasi saat-saat berdirinya AMS. Beberapa pesan yang tersirat dan terkandung dalam Wangsit Siliwangi diantaranya adalah AMS harus menjadi pembela sekaligus pencinta Tanah Air, Bangsa, Negara, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. hal ini tersirat dalam Satu kalimat Wangsit sebagai berikut :

“………………saestuna pancen kami, jiwa kami, nyaeta : nyungkemkeun acining asih ka Lemah-Cai kuwening ati, ngabakti jiwa raga ka Nagara kubalungbang rasa jeung dimana engke simpay Nagara pegat, kandagalante-kandagalante harayang ngaraja dewek geura gunakeun leungeun aranjeun binareng jeujeuhan . Gupayan kukatresnan sugan nu ingkar daek eling daek mulang. Jeung upama panggupay aranjeun teu dicumponan , kami nyaho yen leungeun aranjeun bisa dikuah-kieuhkeun : bisa diusapkeun bisa dipeureupkeun ! ………………….”

“ …………….…sesungguhnya tekad diri dan jiwaku adalah mengabdi dengan keikhlasan rasa saripatining asih kepada Tanah Air, berbakti jiwa dan raga tanpa pamrih kepada Negara dan Bangsa. Dan apabila dikemudian hari ada orang yang bermaksud untuk memecah belah persatuan dan memisahkan diri dari Negara Kesatuan ini, gunakanlah tanganmu dengan bijak . Lambaikan tanganmu dengan rasa kasih agar yang ingkar jadi sadar dan kembali kejalan yang benar . Tetapi apabila lambaian tangan kalian tidak dihiraukan, Aku tahu pasti bahwa tangan kalian dapat digunakan untuk mengusap atau dikepalkan ! …………………………”


e. Trisula AMS

Yang dimaksud dengan Trisula AMS yaitu : “ Shalat - Silat – Siliwangi “ , dapat dianalogkan dengan “ Iman – Ilmu – Amal” Moto ini digunakan pada masa perintisan AMS yaitu pada saat masih bernama “ Jajaka Keansantang” Motto ini menggambarkan keberadaan manusia dalam tiga dimensinya.

Melalui Shalat, mereka mempertahankan kualitas iman dan taqwa. Melalui Silat, digambarkan nilai manusia yang berakal budi sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sedangkan keberadaan manusia tidak terlepa dari sesama manusia untuk “ silih wawangi” dengan demikian Shalat – Silat – Siliwangi menggambarkan sifat dan sikap nilai kesempurnaan yang meliputi segi-segi mendasar dan fitrah manusia menuju kebahagiaan lahir dan bathin.

Struktur Organisasi AMS secara Vertikal

- Pusat ( Ditingkat Pusat / Jawa barat )
- Distrik ( Setingkat Kabupaten / Kota )
- Rayon ( Setingkat Kecamatan )
- Sub Rayon ( Setingkat Desa / Kelurahan )

Lambang Organisasi

Lambang Angkatan Muda Siliwangi adalah Kepala Harimau dengan Dua Kujang Pusaka berlubang Empat dan bertuliskan SILIWANGI AMS PUKASARKAN

(1) Makna dan arti dari Warna pada Lambang Angkatan Muda Siliwangi :

a) Kuning mengandung arti Agung dan selalu iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b) Merah mengandung arti berani serta bertanggung jawab didalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran
c) Hitam mengandung arti Kukuh kana jangji didalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945

(2) Makna dan arti dari Lambang Angkatan Muda Siliwangi :

Kumis pada Lambang Angkatan Muda Siliwangi berjumlah 10 (Sepuluh), Lima di Kiri dan Lima di Kanan melambangkan TANGGAL kelahiran Angkatan Muda Siliwangi

Dua Taring di Kiri dan Kanan melambangkan pada Orde ke Dua ( Orde Baru ) saat didirikannya Angkatan Muda Siliwangi dan Sebelas Gigi melambangkan BULAN kelahiran Angkatan Muda Siliwangi.


Bulu – bulu disekeliling kepala Macan berjumlah 66 ( Enampuluh Enam ) buah melambangkan TAHUN kelahiran Angkatan Muda Siliwangi




Dua Kujang berwarna Kuning, berlubang Empat berwarna Putih yang mengelilingi Kepala Macan mengandung arti Cai Kahuripan sebagai penjabaran dari Catur Watak Utama Angkatan Muda Siliwangi yang terdiri dari : Kukuh kana Jangji , Leber Wawanen , Silih Wawangi & medangkeun Kamulyan



Titik-titik Hitam dibawah Hidung pada Lambang Angkatan Muda Siliwangi berjumlah 26 ( Duapuluh Enam ) mengingatkana kita Kepada penanda tangan
( Deklarator ) Piagam AMS


Warna Merah pada Lidah melambangkan berani serta bertanggung jawab didalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran




Segi Lima warna Hijau dari Lambang Angkatan Muda Siliwangi mengandung arti keteguhan hati untuk menjaga Lemah Cai yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia



(3) Lambang Angkatan Muda Siliwangi, dipakai / dipergunakan pada :

Panji , Bendera Kepengurusan, Bendera, Tanda Jabatan, Pakaian Seragam, Papan Nama , Badge, Lencana, Stempel, Piagam, Vaandel, Plaquet, Topi Lapangan dan Jacket Angkatan Muda Siliwangi dan keperluan lain yang tidak merendahkan martabat organisasi.

Program Umum
Angkatan Muda Siliwangi

Program Catur Mutu AMS, adalah Program Umum yang utuh dari AMS dalam upaya menempatkan AMS pada arus utama pembangunan berdasarkan budaya isinya adalah : Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Organisasi yang meliputi Empat aspek mendasar dari organisasi, yaitu :

Peningkatan mutu (kualitas) anggota AMS
Peningkatan Mutu (kualitas) pengelola ( Pengurus ) AMS
Peningkatan mutu (kualitas) sarana dan prasarana organisasi
Peningkatan mutu (kualitas) kegiatan / kejuangan AMS

1. Peningkatan mutu anggota AMS :

Strategi peningkatan mutu anggota AMS ditunjukan kepada pengembangan yang memiliki keselarasan dan keutuhan antara ketiga sumber orientasi hidup manusia yang hakiki, yaitu :
- Orientasi ke atas kepad Tuhan Yang Maha Esa, nilai-nilai kerohanian yang luhur dan falsafah hidup Pancasila
- Orientasi kedalam terhadap dirinya sendiri yaitu pengembangan sebagai insane biologis, insane intelek dan kejiwaan guna mengembangkan bakat-bakat kejiwaan dan kemampuan jasmanuiah dan rohaniah agar dapat memberikan prestasi yang semaksimal mungkin dengan mengembangkan factor-faktor potensi dalam dirinya.
- Orientasi keluar terhadap lingkungan (budaya, social,alam) dan masa depan.

2. Peningkatan mutu pengelola organisasi

Strategi peningkatan mutu pengelola organisasi ditunjukan dalam rangka membina dan mengembangkan calon-calon pemimpin Bangsa Indonesia yang cakap, arif bijaksana , bertanggung jawab dan penuh pengabdian kepada Nusa dan Bangsa untuk dapat membawa Bangsa dan Negara kepada yang kita cita-citakan.

3. Peningkatan mutu sarana dan prasarana organisasi

Strategi pembinaan dan pengembangan mutu mekanisme berorganisasi ditujukan pada pembentukan iklim yang sehat dalam organisasi sehingga terjadi keterpaduan antara unsure anggota , sarana dan dana.

4. Peningkatan mutu kegiatan / kejuangan AMS

Strategi penngkatan mutu kejuangan AMS ditujukan agar keterlibatan AMS dalam pembangunan secara langsung dapat dirasakan dari segi kualitas oleh masyarakat.

Kegiatan – Kegiatan AMS / Penutup

Selama ini lebih banyak bergerak dalam bidang politik dan social meskipun ada kegiatan-kegiatan lainnya yang menyangkut masalah ekonomi , budaya dan agama.
Berdasarkan Undang-Undang nomor 8 tahun 1985, tentang Organisasi Kemasyarakatan maka secara formal organisasi AMS tidak lagi menjadi underbouw GOLKAR tetapi nilai sejarah tidak dapat dihilangkan bahwa berdirinya Golkar didahului dengan berdirinya Sekretariat Bersama Golongan Karya ( Sekber Golkar) tahun 1969. sedangkan Sekber Golkar adalah gabungan ratusan organisasi Kemasyarakatan pada waktu itu, di Jawa Barat AMS termasuk salah satu Ormas pendiri Sekber Golkar .

Mahasiswa secara murni bergerak memformulasikan dalam bentuk Suara Reformasi Hati Nurani Rakyat, yang elama Orde Baru tidak berani disuarakan secara langsung oleh rakyat, dalam bentuk keinginan melakukan reformasi total dalam segala aspek kehidupan , yang selama Tiga decade terpendam, Mahasiswa dengan segala jerih payah dan pengorbanan jiwa berhasil menumbangkan Presiden Soeharto yang selama 32 tahun bercokol menjadi presiden. Dengan terjadinya suksesi pucuk kepemimpinan Indonesia pada tanggal, 22 Mei 1998, Reformasi mulai bergulir dan Indonesia meninggalkan Orde Baru dibelakang sekaligus memasuki Era Reformasi.

AMS sebagai Organisasi Kemasyarakatan yang telah mengakar rumput dan telah hadir di Jawa Barat selama Tiga decade dapat menjadi mitra Mahasiswa dan mitra kekuatan Reformasi khususnya di Jawa Barat dengan menggunakan nuansa damai ( tanpa gejolak yang akan merugikan semua fihak).
Untuk itu AMS menyusun format Reformasi untuk dapat digunakan keluara kepada masyarakat , maupun kedalam bagi kelembagaan AMS sendiri.
Reformasi keluar dimaksudkan untuk mempengaruhi era reformasi di Jawa Barat sehingga AMS tidak hanya terbawa-bawa atau malahan menjadi obyek reformasi , tapi AMS harus dapat menempatkan dirinya sebagai subyek reformasi itu sendiri.
Reformasi kedalam Kelembagaan AMS bertujuan agar AMS dapat menampung keinginan anggota yang heterogen , mengadopsi secara lentur ( tanpa gejolak ) terhadap reformasi dari luar , dan lebih dari itu memberikan rasa aman kepada anggota untuk tetap mempercayai Lembaga sebagai wadah penyaluran bakat, minat dan aspirasinya yang berkembang dalam memasuki era reformasi.

Tidak ada komentar: